Tidurnya Orang Puasa Adalah Ibadah
PUASA. Apa yang ada dikepala kalian
kalau denger kata itu? Menahan lapar? Menahan haus? atau menahan galau
gara-gara diphpin gebetan? Oke bagi yang belum tahu “Puasa” itu menurut istilah
“Puasa adalah menahan diri dari segala
sesuatu yang membatalkan puasa dimulai dari terbit fajar (subuh) sampai
terbenam matahari (maghrib)”..
Namun banyak dari kita yang melupakan
kenapa Allah menurunkan perintah puasa pada kita. Perintah puasa diturunkan pada
saat Nabi Muhamaad berada di madinah
dengan kondisi masyarakat yang terdapat banyak fakir miskin… Ya mungkin gak
jauh beda dengan keadaan kalian saat ini yang fakir asmara. Oke fokus, back to topic
sedangkan banyak dari penduduk madinah lainya yang hidupnya serba cukup
bahkan mewah hal ini menimbulkan kesenjangan sosial antara yang kaya dan yang
miskin kalo sekarang perbandingnya kyk kalian yang jomblo dan yang uda punya
pacar senjang banget kan.
Dalam keadaan seperti itu Allah
menurunkan perintah puasa agar menimbulkan rasa empatik dari para orang yang
punya pacar kepada para tuna asmara kayak kalian yang kerjaanya pas waktu malam
minggu berdoa turun hujan, eh salah ya? Iya salah, yang bener itu menimbulkan
rasa empati pada yang kaya pada yang miskin. Nah mungkin ada pertanyaan apa sih
kak rasa empati itu? Rasa empatik itu adalah pengodisian diri kita pada kondisi
orang lain yang lagi kesusahan. Misalnya nih sih hayati lagi kesusahan kebelet
beol tapi mau izin ke kamar mandi dia takut sama gurunya nah kalian sebagai
temen sebangkunya turut merasakan kesusahan sih hayati ini dan bilang
“keluarin aja ti dikelas, ga ada yang tau kok”. Nah itu gambaranya dari
empati yang diharapkan dapat menimbulkan dari yang kesenjangan antara yang para fakir
asmara dan yang uda taken itu jadi seimbang, eh bukan maksudnya antara yang
miskin dan kaya itu seimbang.
Nah tapi masalahnya pada kehidupaan
sehari-hari kita waktu bulan ramadhan banyak yang beranggapan atau mungkin
masih galau tentang anggapan tidurnya orang puasa Itu ibadah.. sampai ada kasus
seorang bias tidur setelah sahur dan baru bangun pada saat hampir mau menjelang
magrib. Kalo puasa kayak gitu sih adek-adek yang ada di bangku TK sih juga bias
puasa. Tapi kak dari pada ngelakuin hal-hal yang maksiat mending kan tidur? Ya
jangan ngelakuin hal maksiat, emang cuman bulan puasa aja kita ga boleh
ngelakuin hal-hal maksiat di bulan-bulan lain juga kali. Kadang juga heran
dengan orang yang berpikiran seperti itu mungkin kita bisa mengambil perumpaman
ibarat kan bulan ramadhan adalah itu sayuran dan bulan bulan lainya itu nasi,
lauk pauk, buah-buahan , dan susu untuk menyapai 4 sehat 5 sempurna membutuhkan
unsur lainya selain sayur. Ya memang bulan ramadhan itu penting tapi bukan
berarti yang bulan yang lainya tidak.
Sugi-man yang terobsesi ingin menjadi
super-man sedang mengikuti lomba menata sandal di masjid (tapi buat apa juga
coba lomba kayak gitu) karena ingin menjadi pahlawan kayak superman walupun dia
sedang puasa dia tetap semangat. Nah ketika selesai dia merasakan rasa
haus,dan,lapar,dan galau dan kemudian merasa berempati dengan orang-orang yang gak bisa makan ga bisa minum dan
orang-orang yang kurang kasih sayang kayak kamu. Sedangkan dengan hayati yang
kerjanya dari sahur sampai menjelang mahgrib cuman tidur sampai-sampai mimpi
galauin mantan. Nah dari cerita sugi-men
dan hayati tadi bisa di ambil hikmah seorang baru bisa merasakan tujuhan dari puasa kalo dia
lapar atau haus dan seseorang tidak mungkin bisa lapar atau haus jika dari
sehabis sahur dan menjelang buka kerjaanya hanya tidur.
Tapi kak berarti hadist tidurnya orang
puasa itu salah? Ya engga gitu juga sebenermya yang salah itu bukan hadistnya
tapi cara menangkap kita terhadap hadist itu. Kita terlalu terpaku pada
perbuatan yang terpaku pada teks tidur
padahal itu hanya kiasan bahwa puasa itu
sangat penting untuk mengurangi kesenjangan sosial waktu itu sampai-sampai di
ibaratkan bahwa tidurnya orang puasa itu ibadah namun pada realita sekarang
kesalahan pandangan hadist itu malah menyebabkan tujuhan pada puasa itu sendiri
luntur.
0 komentar:
Posting Komentar